02 March 2011

Ketika Aku Mengenalmu

Ketika aku mengenalmu

Dulu, aku menganggapmu rival
Ya, mukamu yang jutek memang menyebalkan sedari awal
Apalagi saat kita saling mengenal

Aku pun pernah beranggapan kau egois
Dan aku sangat membenci raut mukamu yang sinis
Meskipun di depanmu, aku berpura-pura tersenyum manis

Kemudian, perlahan2 kita mulai dekat
Jalinan itu mulai terbentuk, erat
Lalu aku bertanya-tanya, mungkinkah kita menjadi sahabat?

Rasanya, kamu mengusir segala kesepian
Perlahan-lahan, terkikislah semua kebencian
Akhirnya, kuberikan padamu perhatian

Walaupun bibirku seringkali berdusta
Tapi memang, tidak bisa disembunyikan dari mata
Aku bertanya-tanya, apakah ini yang namanya cinta?
Saat aku ingin mengubah 'aku dan kamu' menjadi 'kita'

Setiap bertemu denganmu, rasanya jantungku melantunkan sebuah irama
Setiap kita jauh, waktu rasanya berjalan sangat lama
Aku pun bertanya-tanya, mungkinkah kau merasakan hal yang sama?

Entahlah, aku tidak tahu
Mungkin, kita harus memberi cinta waktu
Biarlah semuanya begitu saja berlalu

Sampai tiba nanti saatnya, mungkinkah kita akan bersatu?
Hanya Allah yang tahu..

Kepada Dia

Kepada Jodohku, yang aku tak tahu ada di mana,

Aku tidak tahu siapa kamu,
akupun tidak tahu bagaimana wajahmu,
aku juga tidak tahu bagaimana sifatmu

Tapi, aku punya satu permintaan untukmu,
boleh ya?

Aku minta, sekarang kau tetap menjaga hatimu,

Jangan berikan hatimu itu kepada siapapun,
biarkan hatimu tetap utuh, tak tersentuh

Aku pun akan menjaga agar hatiku utuh tak tersentuh

Agar, ketika sudah tiba saatnya kita dipertemukan,

Cinta yang kau beri, utuh hanya untuk aku,
Dan cinta yang kuberi,
utuh hanya untuk kamu..

Maaf

Maaf, mungkin selama ini aku memang kurang memperhatikan kamu

Aku seenaknya pergi
saat kamu membutuhkan seseorang untuk ada disisimu,
menemanimu

Aku yang egois
dan dengan cepatnya melupakan kenangan-kenangan indah
yang pernah kita lalui bersama

Dengan tawa itu, canda itu, kebersamaan itu, sedih itu, luka itu, dan sepi itu..

Dan sekarang..

Kamu dimana?

Berbulan-bulan lenyap begitu saja,
tak ada rimbanya

Tak ada kata perpisahan terucap,
satu patah kata pun

Tak ada pula kabar yang terkirim,
selintas pun

Apa kamu tidak menyadari,
aku mengkhawatirkanmu?

Bertanya-tanya, apa yang terjadi padamu?

Dan merasa sebuah kehilangan yang ganjil,
seperti susunan puzzle yg kehilangan sebuah mozaiknya?

Karena itu, kumohon,
Tolong beritahu kabarmu,
Walau hanya sepatah kata,
Yang penting aku tahu bahwa kau sehat-sehat saja di sana

26 October 2010

My New Life

Haah udah lama ga nulis blog, haha..

Gw mau cerita panjang kali lebar kali tinggi.
Volumenya berapa ya? *Lah ko jadi ngaco. #abaikan

Semua bermula sejak gw belum diterima (bahasa halusnya gagal) di PTN yg gw pengen yaitu UI. Oh UI, I'm so addicted to you. But why you ignored me??

Gw pun memutuskan untuk memulai hidup baru *tsahh dan nunda kuliah setahun.
Akhirnya gw daftar bimbel alumni NF, yg disebut RONIN.

Sebenernya, ortu gw nyuruh gw ikut RONIN yg di Veteran, Tangerang.
Alesan mereka, supaya deket dari rumah, dan alesan kejamnya, supaya gw bisa bantuin beres2 rumah + jagain ade2 gw yg seperti babon itu.

Tapi gw nggak mau.
Gw pernah baca hadist Rasulullah, "Jika usaha kamu gagal di suatu tempat, maka hijrahlah ke tempat yg baru."

Ya, itu tepat banget buat gw.
Gw butuh tempat baru untuk memulai hidup baru.
Karena, kalo di rumah terus, bisa2 gw cuma ongkang2 kaki tiap hari, mantengin tv, nontonin inbox doang kerjaannya. Tidaaak!!

Akhirnya gw daftar RONIN di NF Mampang, deket rumah nenek gw di Tebet.

Dan gw pun mulai tinggal di Tebet.

FYI, rumah nenek gw ini udah kayak kos2an aja saking ramenya.
Lantai satunya itu toko tailor, yg pekerja2nya tinggal di lantai 3.
Jadi bayangin aja, sepanjang hari gw ketemu mas2 mulu.

Gw tinggal di lantai dua, sekamar sama 2 kakak gw, Iti & Nana.
Iti, kakak gw yg mahasiswa UI jurusan FIK dan Nana, kakak gw yg kerja di kantor lawyer.

Bukan cuma itu aja, di lantai 2 juga ada kantor praktek om gw yg dokter gigi.

Selain itu, dua orang sepupu gw yaitu Tofan dan Devon juga tinggal di sini.

Beuh ramenyaa..

Banyaak banget hal-hal yg berubah sejak gw tinggal di sini.

Pertama, soal makanan.
Nenek gw, yg biasa gw panggil Andung, is the best koki lah.
Setiap hari, gw makan makanan padang berkat dia dan tante gw, yg biasa gw panggil Mama. Kenapa Mama? Emang gitu dari dulu, jgn tanya gw.
Gw berasa tinggal di rumah makan padang :D

Kedua, soal status.
Di rumah, gw emang yg paling tua.
Jadi otomatis gw harus bertanggung jawab ngurus rumah.
Nutup2in pintu jendela kalo udah malem,
Masakin ade2 gw klo nyokap gw nginep di rumah nenek,
Misahin Ica sama Imam yg suka berantem, dll etc.

Disini? Beda banget..
Berhubung gw yg paling bocah, udah gitu muka gw ini babi, eh baby face,
Jadilah gw dianggep anak kecil.
Disini aku yang paling manjaa.. Ahaha
Enak banget rasanya jadi anak bungsu.

Ketiga, soal baju.
Gw ini orangnya hampir ga pernah beli baju.
Menurut gw, baju itu nggak terlalu penting.
Mendingan duitnya buat beli buku ato makanan.
Akibatnya, baju yg gw pake itu2 aja haha

Disini? Surga baju men..
Gw tinggal ngambil aja dari lemari kakak gw yg stylish2 dan doyan belanja itu.
Pokoknya ga usah pusing2 mau make apa, tinggal nyomot aja :P

Banyaak banget hal2 baru yg mau gw ceritain, secepetnya bakalan gw post, oke!

Intinya: I love my new life :)

Luv you All

Curcol

Akhir-akhir ini, gw merasakan ada yang aneh sama hati gw.

Entah kenapa, kayaknya gw gampang banget naksir sama orang, tapi rasa itu cuma numpang lewat doang.

Contohnya, waktu itu gw mengenal seorang cowok yg manis, charming, dan menarik.

Gw pun berpikir,
"Wah, kayaknya gw naksir sama ini orang."

Sesimpel itu gw memutuskan bahwa gw naksir seseorang.

Hanya dalam waktu beberapa jam, dalam pertemuan kedua kita.

Tapi, secepat rasa itu datang,
secepat itu pula rasa itu berlalu,
tanpa meninggalkan bekas sehembus debu sekalipun..

Seminggu kemudian, gw udah nggak ada perasaan apa-apa lagi sama dia.

Gw bahkan lupa klo gw pernah (mengira bahwa gw) naksir sama dia.

Parahnya, ini nggak cuma terjadi sama satu orang doang.

Kalo gw itung-itung, ada empat kali kejadian kayak gini berulang.

Question: Ada apa dengan hati gw??

Ya, mungkin gw emang salah.

Gw memaksakan diri mencari-cari seseorang yang bisa membuat gw jatuh cinta,
Karena gw pengen segera mengisi kekosongan di hati gw.

Tapi gw nggak menyadari, kalo hati gw belum siap.

Akibatnya, setiap kali gw dengan gegabahnya memutuskan untuk naksir sama seseorang,
hati gw menolak mati-matian.

Sehingga, gw kehilangan chemistry atau ketertarikan sama orang itu.

Ya, kita memang nggak bisa memaksakan cinta untuk datang

Kita hanya bisa menunggu cinta itu menghampiri kita,

Entah kapan..

Dear heart,
fall in love when you're ready,
not when you're lonely..

01 October 2010

Give Up

Dua tahun yang sia-sia
Waktu yang telah gw habiskan untuk mengejar bayang2nya

Dulu, gw tidak pernah berpikir untuk menyerah mengejar dia

Gw pikir, suatu saat nanti--pasti suatu saat nanti,entah kapan--dia akan membalas perasaan gw

Seperti kata2 Arai di buku Sang Pemimpi,
ketika dia mengibaratkan kegigihannya dlm mengejar gadis impiannya,
"Apa yg aku lakukan itu seperti melempar lumpur ke tembok. Mungkin tembok itu tdk akan rubuh, tpi lumpurnya pasti membekas."

Ya, mungkin saja dengan cinta yg terus-menerus diberikan kepada seseorang,
walaupun orang itu awalnya tidak memiliki perasaan apa2 terhadap kita,
bahkan seandainya ia membenci kita sekalipun,
Lama2 org itu pun pasti akan luluh

Itu satu hal yg gw yakini pasti.

Dan, setiap saat gw akan menyerah,
gw mengulang kata2 sakti Arai itu

Banyak alasan kenapa gw mau menyerah

Karena, dia terlalu sempurna--dan terlalu indah

Apalagi, keindahan dia bukan dari fisik, tapi dari hati

Banyak cewek2 yg mengagumi dia, gw tau itu

Dan cewek2 ini jauh lebih cantik dan lebih baik dibandingkan gw

Tapi gw pantang menyerah, berusaha menggapai hati dia

Dia pun tahu usaha gw itu

Tapi, dia tidak pernah menoleh.

Sekali pun, tidak.

Arai..
Bolehkah aku bertanya padamu?

Sekalipun, ya, lumpur itu mungkin memang akan membekas.

Tapi tembok itu menjulang dengan angkuhnya, tegak, dan kokoh

Apakah lumpur itu perlahan akan terhapus oleh rintik hujan yang turun?

Lalu bagaimana jika sang pelempar lelah, dan menyerah.

Dan mencari tembok lain?

Sebuah renungan, dikala mendung menggayuti langit dan hati.

Dan bersamaan dengan rintik yg menetes dari mendung itu,

Aku sudah menghapus dia dari hatiku

25 September 2010

Aku Takut

Ya Allah, sesungguhnya aku takut untuk jatuh cinta

Aku takut untuk memiliki seseorang yg begitu mengganggu kehidupanku

Aku takut ia merusak konsentrasi belajarku

Aku takut ia akan sering membuatku memikirkannya,

aku takut waktuku sebagian besar akan tersita oleh pikiran tentangnya

Aku takut akan mengalami cinta buta yg membuatku kehilangan iman, rasio, dan akal sehatku

Aku takut rasa cintaku kepadanya akan melebihi rasa cintaku kepada-Mu

Aku takut, ketika cinta itu terbalas, aku harus mengorbankan imanku agar bisa terus bersamanya

Aku takut, ketika cinta itu tak terbalas, aku akan menghabiskan waktu berbulan2 untuk menangisi dan menyesalinya

Oleh karena itu, tolong jaga hati dan pikiranku,

Agar tidak sekalipun mencoba memikirkannya,

Agar tidak sekalipun memiliki perasaan apapun kepadanya,

cukup hanya sebagai teman saja

Karena, aku tak ingin tersakiti lagi..